Image
By Administrator

PEMKAB GOTONG ROYONG BANGUN RTLH

Selasa, 29 Agustus 2017; |  Jam 16:48:19 WIB  |  0 comments

Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap keluarga, termasuk keluarga kurang mampu. Rumah bukan sekedar memenuhi memenuhi kebutuhan manusia untuk beristirahat, berlindung dari berbagai situasi alam seperti hujan, panas, angin. Tetapi rumah menjadi media berinteraksi sosial, transfer budaya, melaksanakan pendidikan keluarga bahkan menjadi symbol sosial.

Berkaca pada persoalan tersebut, wujud rasa kepedulian Pemkab Serang timbul untuk membantu kalangan kurang mampu. Pemkab mengimplementasikan pada program rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH).

Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan Wakil Bupati Pandji Tirtayasa menjadi figur yang paling konsen dan serius dalam menuntaskan permasalahan RTLH ini. Ada sekitar 17 ribu RTLH di Kabupaten Serang. Kondisi ini mendorong Pemkab Serang bertekad mengatasi persoalan ini. Bahkan Pemkab dibawah kepemimpinan Ratu Tatu Chasanah dan Pandji Tirtayasa telah menargetkan  dari  17 ribu RTLH yang ada, akan membedah 12.773 unit RTLH hingga 2021, sehingga akan menyisakan kurang lebih 4.227 RTLH.

Pada tahun 2017, bedah RTLH dilaksanakan secara keroyokan oleh berbagai instansi di Kabupaten Serang. Selain dari Korps Pegawai Negeri (Korpri) Kabupaten Serang 33 unit senilai Rp.742.500.000 (Rp.22,5 Juta per unit, ada pula dari Dinas Sosial (Dinsos) 211 unit dengan anggaran Rp.3.165.000.000 (Rp.15 Juta per unit) bersumber dari APBD  Kabupaten Serang, APBD Provinsi dan APBN. Kemudian dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang 786  unit dengan anggaran Rp.11.780.000.000 (Rp.15 Juta per unit) bersumber dari APBD Kab. Serang dan APBN.

Kemudian juga dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Serang 70 rumah dengan anggaran Rp.1.150.000.000 (Rp.20 Juta per unit) serta dari program corporate social responsibility (CSR) Bank BJB senilai Rp.2.450.000.000 (Rp.25 juta per unit).

Bupati Serang dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa Pemkab Serang tetap konsen terus pada program pengentasan masyarakat miskin untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM), salah satunya bedah RTLH. Di Kabupaten Serang kata Tatu mengatakan jumlah RTLH masih banyak. Maka dari itu bisa menghabiskan waktu lebih lama untuk mengentaskan jika hanya mengandalkan dari APBD Kabupaten Serang. “Selain bantuan dari APBN dan APBD Provinsi, kami juga kedepan akan encoba mengoptimalkan peran swasta untuk turut serta menangani masalah RTLH ini, “ tegasnya.

            

Tags:  Berita |167|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar