Image
By Administrator

Menjaga Kawasan Hutan Lindung, Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat

Senin, 06 Agustus 2018; |  Jam 11:43:01 WIB  |  0 comments

Kawasan hutan lindung merupakan daeah yang harus dijaga secara bersama oleh karena itu pada tanggal 28 Februari 2018  pemerintah Propinsi Banten mengadakan rapat gabungan objek pengendalian pemanfaatan ruang di kawasan lindung, kawasan budidaya dan penerapan program prioritas

Hutan lindung (protection forest) adalah kawasan hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau kelompok masyarakat tertentu untuk dilindungi, agar fungsi-fungsi ekologisnya—terutama menyangkut tata air dan kesuburan tanah—tetap dapat berjalan dan dinikmati manfaatnya oleh masyarakat di sekitarnya. Undang-undang RI no 41/1999 tentang Kehutanan menyebutkan[1]:

„Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.“

Dari pengertian di atas tersirat bahwa hutan lindung dapat ditetapkan di wilayah hulu sungai (termasuk pegunungan di sekitarnya) sebagai wilayah tangkapan hujan (catchment area), di sepanjang aliran sungai bilamana dianggap perlu, di tepi-tepi pantai (misalnya pada hutan bakau), dan tempat-tempat lain sesuai fungsi yang diharapkan.

Hutan lindung telah ditetapkan melalui perda no 2 tahun 2009 tentang rencana tata ruang  di wilayah kabupaten serang   dan satpol pp sesuai tupoksinya yaitu menegakkan perda dalam ruang lingkup kabupaten serang  antara lain mencegah adanya penjarahan hutan yang pada akhirnya akan menyebabkan bencana alam yang  tidak kita inginkan

Pemerintah Kabupaten Serang dibawah pimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berharap dengan adanya suatu upaya konservasi hutan yang baik maka akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menurunkan tingkat polusi dan mencagah terjadinya bencana alam .