Image
By Administrator

Pembangunan Desa Pangintungan Kecamatan Jawilan didukung oleh TMMD

Kamis, 09 Agustus 2018; |  Jam 09:44:22 WIB  |  29 comments

Pada tanggal 8 Agustus 2018 dilaksanakan upacara penutupan TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) di Desa Pagintungan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Banten. Upacara penutupan TMMD yang dihadiri oleh Danrem, Sekda dan beberapa instansi lainnya terlaksana dengan tertib dan lancar.

Upacara penutupan ini dilaksanakan setelah terlaksananya pembangunan beberapa fisik desa mencakup pengerasan jalan sepanjang 2600 meter, pembuatan MCK, pengoptimalan drainase, rehab 10 unit rumah warga, paving block, rehab jembatan, gorong-gorong dan perbaikan musholla/masjid.

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

Sedangkan bagi Departemen Sosial RI TMMD merupakan upaya untuk meningkatkan kesetiakawanan sosial guna meningkatkan ketahanan sosial masyarakat. Melalui TMMD, Depsos RI memberdayakan masyarakat agar mereka mempunyai daya dan upaya untuk lepas dari masalah kemiskinan, sekaligus upaya untuk memberdayakan wilayah pertahanan sehingga mempunyai daya tangkal yang kuat bagi kemungkinan ancaman dari luar yang merugikan NKRI.

TMMD dilaksanakan sejak tahun 1980 di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia itu guna menunjang keberhasilan pembangunan nasional, dalam program TMMD selama ini. Kepala Staff angkatan Darat ditunjuk sebagai Penanggung Jawab Operasional TMMD yang pada program tahun ini telah memasuki Tahun Ke-29 dan Tahapan Ke-82.

Aturan Perundang undangan yang mendasari penyelenggaraan TMMD ini adalah Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, Undang-ndang No. 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, Undang-Undang Pemerintahan Daerah Nomor 32 tahun 2004, Peraturan Presiden RI Nomor 7 Tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2005-2009 dan Surat Menteri Dalam Negeri RI tentang Pedoman Penyususan Anggaran APBD untuk Program TMMD, serta Surat Keputusan Menhankam/Pangab tentang Pengesahan Buku Pola dasar Konkritisasi Kemanunggalan ABRI dan Rakyat dan Pola Operasional TNI ABRI Masuk Desa.

Program TMMD ini dilaksanakan melalui proses perencanaan yang mengutamakan aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah sasaran dengan menggunakan bottom up planning system yang dilaksanakan secara komprehenif dan integral, karena melibatkan semua unsur yang terkait mulai dari tingkat Desa dan Kelurahan. Sasaran-sasaran yang dipilih berdasarkan skala prioritas, diteliti dan dipadukan dengan program pemerintah daerah, kemudian dibahaas di forum DPRD untuk disyahkan menjadi Program Pembangunan Daerah.

TMMD ini melibatkan 33 Departemen dan Lembaga Pemerintah Non Departemen yang secara terpadu memasukkan acuan program masing-masing instansi ke dalam program kegiatan fisik atau non fisik TMMD tersebut. Departemen Dalam Negeri RI ditunjuk sebagai Koordinator Pencapaian Sasaran kegiatan fisik dan Departemen Agama RI sebagai Koordinator Pencapaian Sasaran kegiatan non fisik.

Pemerintah Kabupaten Serang dibawah pimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah berharap dengan adanya TMMD ini akan menciptakan wajah baru di desa-desa yang kurang terawat di Kabupaten Serang khususnya, serta menjalin kebersamaan antara warga desa dan TNI.

29 komentar pada artikel ini