Image
By Administrator

Sosialisasi pencegahan KDRT Perlindunhan Perempuaan dan Anak

Senin, 08 Oktober 2018; |  Jam 13:41:46 WIB  |  124 comments

Telah berlangsung sosialisasi yang di lakukan oleh pemerintah Kab. Serang mengenai pencegahan KDRT Perlindungan Perempuan dan Anak di Kec. Bandung Kab. Serang.

 

Sosialisasi ini di lakukan, untuk memberitahukan kepada masyarakat, bahwa KDRT sangat berbahaya bagi perempuan, karena maraknya kasus yang terjadi, pemerintah Kab. Serang mencoba untuk memeinimalisir KDRT kepada anak dan perempuan dengan cara sosialisasi.

 

Kekerasan dalam rumah tangga (disingkat KDRT) adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri, maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan sesuai yang termaktub dalam pasal 1 UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).

 

Yang merupakan lingkup tindakan KDRT adalah perbuatan terhadap seseorang terutama perempuan, yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, psikologis, dan/atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan secara melawan hukum dalam lingkup rumah tangga. Sebagian besar korban KDRT adalah kaum perempuan (istri) dan pelakunya adalah suami, walaupun ada juga korban justru sebaliknya, atau orang-orang yang tersubordinasi di dalam rumah tangga itu. Pelaku atau korban KDRT adalah orang yang mempunyai hubungan darah, perkawinan, persusuan, pengasuhan, perwalian dengan suami, dan anak bahkan pembatu rumah tangga yang tinggal dalam sebuah rumah tangga. Tidak semua tindakan KDRT dapat ditangani secara tuntas karena korban sering menutup-nutupi dengan alasan ikatan struktur budaya, agama, dan belum dipahaminya sistem hukum yang berlaku. Padahal perlindungan oleh negara dan masyarakat bertujuan untuk memberi rasa aman terhadap korban serta menindak pelakunya.

 

Pemerintah Kabupaten Serang yang di naugi Ratu Tatu Chasanah mengharapkan, dengan adanya sosialisasi ini dapat mengurangi tindak kekerasan kepada perempuan dan anak anak.

124 komentar pada artikel ini