Image
By Administrator

Pemkab Serang Sediakan Rp. 16,4 Miliar Untuk Rutilahu

Rabu, 13 Februari 2019; |  Jam 13:24:17 WIB  |  0 comments

 

SERANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang tahun ini mengalokasikan dana sebesar Rp16.440.000.000 untuk perbaikan 822 rumah tidak layak huni (rutilahu) yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Serang. Sementara untuk bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi sampai saat ini belum ada kepastian dan Pemkab Serang masih terus melakukan konfirmasi dan koordinasi.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKTB) Kabupaten Serang Irawan Noor mengatakan, perbaikan rutilahu pada tahun ini akan dipercepat mengingat Pemkab Serang sudah memiliki pengalaman dan relugasi untuk program tersebut. “Tahun ini difokuskan di lima kecamatan, di antaranya Kecamatan Ciomas dan Tunjung Teja. Yang tiga lagi lupa kecamatannya,” kata Irawan, Selasa (12/2).


Ia menjelaskan, perbaikan rutilahu akan ditangani secara per klaster yang secara teknis akan didampingi oleh konsultan untuk membantu membuat perencanaannya. “Jadi nanti para penerima itu membentuk kelompok namanya kelompok penerima manfaat (KMP), ada yang 10 orang ada yang 15, dan ada yang 20 orang. Mereka berkumpul untuk membicarakan seperti apa pembangunannya,” paparnya.


Terkait Bantuan, tidak diberikan dalam bentuk uang namun dalam bentuk bahan bangunan untuk membangun rumah mereka. “Uangnya memang ditransfer ke rekening penerima tapi nanti langsung dipindahkan ke rekening material yang ditunjuk oleh mereka. Jadi uangnya tetap aman dan penerima tidak memegang uangnya. Untuk nilainya per unit Rp20.000.000,” ujar Irawan.

Ia juga menambahkan, jika mengacu pada tahun 2018, perbaikan rutilahu hasilnya cukup maksimal karena ada partisipasi dari keluarga dan tetangga penerima. “Misalnya, nilainya Rp20.000.000 ternyata dibantu sama kakaknya, terus kerabat-kerabatnya sehingga hasilnya benar-benar maksimal. Untuk tahun lalu yang terbangun jumlahnya 500 unit,” ungkapnya.

Agar perbaikan rutilahu dari segi jumlah terus bertambah, pihaknya juga akan mengakses corporate social responsibility (CSR) Bank BJB, koperasi, perusahaan di Serang timur dan Serang barat, dan kemudian partisipasi dari aparatur sipil negara (ASN) melaui infak yang ada di Baznas Kabupaten Serang. “Sampai saat ini rutilahu tersisa kurang lebih 7.000-an. Sambil berjalan kita terus melakukan cek and ricek untuk keakuratan datanya,” tuturnya.