Image
By agus

Istighosah Kubro di Gunungsari

Selasa, 18 Februari 2019; |  Jam 09:26:38 WIB  |  0 comments

Bertempat di Daar El-Muttaqin  Kampung Sempur Kecamatan Gunungsari Kabupaten Serang telah diadakan Kegiatan Istighosah pada hari Minggu 16 Februari 2019. Acara yang dimulai pada pukul 20.00 WIB di pimpin langsung oleh Abuya Muhtadi Pandeglang. Kegiatan ini dihadiri  pula oleh Kapolsek Pabuaran Bapak AKP Hayudah S.H.MM, Camat Gunungsari Bapak Basuki, S.Pd, Ketua MUI Kecamatan Gunungsari  H.Sumarna, tokoh masyarakat, tokoh Agama, para santri, santriwati se-Kecamatàn Gunungsari.

Masyarakat Gunungsari yang terdiri dari berbagai unsur elemen hadir dan mengikuti acara dengan seksama. Kecamatan Gunungsari merupakan wilayah dengan dataran berbukit-bukit sehingga banyak kebun dan sawah yang berpotensi untuk dikembangkan dengan masyarakat yang agamis.

Istighosah yang artinya adalah meminta pertolongan Allah SWT ketika keadaan sukar dan sulit. Dalam istighosah kubro ini, ulama kiai menyampaikan maklumat untuk mengarahkan umat Islam dan seluruh elemen bangsa dalam rangka menguatkan kembali bangunan keagamaan dan kebangsaan Tanah Air. Pelaksanaan istighosah diisi dengan doa-doa dan dzikir-dzikir  yang dibaca secara berjamaah dan dipimpin oleh seorang Imam istighasah dalam acara ini yaitu Abuya Muhtadi dari Pandeglang.

Acara yang dihadiri ratusan jamaah ini berlangsung dengan tertib dan khusu. Banyaknya kejadian atau peristiwa bencana yang menimpa lingkungan sekitar kita dan wilayah Banten umumnya merupakan dampak kekhilafan manusia. Umat Islam harus kembali ke jalan yang lurus dengan bertaubat dan memohon ampun agar terhindar dari segala cobaan.

Dalam kegiatan ini pa Kyai mengajak umat untuk berserah diri memohon ampun atas kesombongan dan kesalahan kita, memohon petunjuk agar kita selamat dan bisa memberikan ilmu bagi keselamatan dan kesejahteraan umat,

Pemerintah Kabupaten Serang di bawah pimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dengan adanya kegiatan ini akan lebih memperkuat rasa keimanan dan menggugah peran serta warga masyarakat desa sebagai stakeholder atas pembangunan spititual agar bisa berperan lebih aktif dan tanggap terhadap segala potensi yang dapat merusak lingkungan dan karakter masyarakat yang agamis sehingga dengan pembinaan  mental spiritual masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Serang pada akhirnya akan meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kabupaten Serang