Image
By agus

Sispamkota di Alun-alun Barat

Kamis, 20 Maret 2019; |  Jam 10:00:54 WIB  |  1 comments

Menjelang Pemilihan Umum 2019 pada Bulan April mendatang, TNI dan Polri  bersinergi melakukan Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota)  di Alun-alun Barat Kota Serang pada  14 Maret lalu. Simulasi ini dilakukan untuk mencegah adanya tindak kejahatan dan ancaman pada pesta demokrasi lima tahunan. Ancaman menjelang Pemilu 2019 terus diantisipasi, saat ini ancaman yang perlu diwaspadai adalah ancaman terhadap lembaga KPU di tiap kabupaten/kota.  Sehingga pada simulasi saat ini selain melibatkan personil TNI dan Polri  turut terlibat pola Satpol PP, unsur Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Banyak orang dilibatkan dalam Simulasi yang digambarkan sebagai aksi ratusan warga di depan kantor KPU Kota Serang yang tidak puas dengan jalannya pemilu. Diperagakan aksi anarkis demonstran yang merangsek kantor KPU. Demonstan di hadapi oleh pasukan penghalau massa dari Polres Serang. Beberapa demonstan melempari petugas dengan batu. Demonstran menuntut bertemu dengan Ketua KPU. Dengan anggota bertameng dan menggunakan mobil water canon, polisi menghalau massa yang kian beringas dan melawan petugas. Polisi juga turut mengerahkan anjing pelacak untuk menggertak massa.

Kendaraan yang digunakan untuk menghalau massa disiapsiagakan dan sebagian di parkir di area parkir Pendopo Kabupaten Serang. Terlihat mobil anti huru hara dan mobil pengangkut anggota Polisi dan TNI terparkir rapi. Mobil tersebut berasal dari berbagai kesatuan seperti Brimob dan Polda Banten

Kekuatan yang dimiliki Polres dan Polda yang ada di Banten selain pasukan penghalau massa dan penggunaan mobil water canon adalah adanya sniper yang disiapsiagakan apabila terjadi peristiwa penyanderaan dan disiapkannya tim gegana Polda Banten untuk menjinakan bom. Sesuai dengan standar operasi akan dilakukan sterilisasi kawasan untuk menekan korban dan dampak dari adanya bom yang dibawa pengunjuk rasa.

Simulasi sebagai bentuk antisipasi menghadapi situasi yang serupa dilakukan di Kota Serang yang merupakan daerah yang cukup rawan menurut pantauan polisi mengingat lokasi TPS-TPS nya cukup berdekatan.  TNI dan Polri harus memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat untuk itu ada beberapa titik rawan yang harus diantisipasi dengan menerjunkan anggota untuk pengamanan pemilu.

Jumlah keseluruhan anggota Polda Banten yang akan diterjunkan dalam pengamanan pemilu di Banten belum dapat dipastikan. Sebab hingga kini Polda Banten masih melakukan pemantauan kegiatan masyarakat yang berkaitan dengan persiapan Pemilu 2019. Namun seluruh kekuatan akan disiapsediakan secara all out.

Begitu pula dengan Anggota  TNI dari Korem Maulana Yusuf bahwa anggota yang dilibatkan dalam pengamanan Pemilu 2019 mendatang siap. Anggota Kepolisian, TNI maupun dari pemerintah daerah (Pemda) untuk tetap siaga dan memantau daerahnya masing-masing, guna mencegah adanya potensi terjadinya konflik.

Pemerintah Kabupaten Serang dibawah pimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengharapkan Pemilu 2019 berjalan lancar, aman dan terkendali. Situasi kondusif dapat meningkatkan rasa aman dan pembangunan dapat berjalan. Keberhasilan pembangunan disegala bidang terlaksana sehingga dapat meningkatkan indeks pembangunan manusia di Wilayah Kabupaten Serang.

    absensi karyawan
    15 April 2019 - 16:44:11 WIB
    matanp!


    << First | < Prev | 1 | Next > | Last >>