Image
By agus

Sosialisasi NAPZA

Jumat, 26 April 2019; |  Jam 09:40:52 WIB  |  0 comments

Pemerintah Kabupaten Serang melalui Dinas Sosial Kabupaten Serang  melaksanakan penyuluhan dan sosialisasi penyuluhan NAPZA (Narkotika,  psikotropika dan zat aditif lainnya) pada  24 April 2019.  Acara penyuluhan dan sosialisasi  dibuka oleh Bapak Camat Padarincang, dan dihadiri oleh  Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama, Tenaga Pendidik, Ketua MUI Kecamatan Padarincang, Perwakilan Unsur Desa dan Forum Anak Kecamatan Padarincang. Acara diisi materi yang disampaikan Narasumber Kasat Narkoba serta dari BNN dan Polda Banten.

Materi yang disampaikan narasumber terkait pengertian NAPZA yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya. Pengertian NAPZA secara umum yaitu semua zat kimiawi yang jika dimasukkan ke dalam tubuh manusia, baik secara oral (diminum, dihisap, dihirup dan disedot) maupun disuntik, dapat mempengaruhi kejiwaan/ psikologis dan kesehatan seseorang, serta menimbulkan kecanduan atau ketergantungan. Penggunaan NAPZA umumnya dilakukan pada dunia medis atau bidang kesehatan. Penyalahgunaan pemakaian NAPZA yang bukan untuk tujuan pengobatan dan tidak dalam pengawasan dokter akan menyebabkan kecanduan dan ketergantungan secara fisik maupun mental.

Lebih lanjut narasumber menyampaikan bahwa jenis-jenis NAPZA yang ada di masyarkat. Sesuai Undang-Undang No. 35 tahun 2009, NAPZA dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, diantaranya adalah Narkotika, Psikotropika dan Zat Aditif lainnya. Narkotika adalah salah satu yang termasuk golongan NAPZA dimana terbuat dari suatu tanaman maupun non-tanaman baik yang sintetis maupun yang semi sintetis dan bisa menyebabkan perubahan dan penurunan kesadaran. Narkotika dapat dibedakan menjadi beberapa golongan, diantaranya Narkotika golongan I biasanya digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan, tidak digunakan pada terapi. Golongan berpotensi tinggi mengakibatkan kecanduan; Narkotika golongan II penggunaannya untuk pengobatan, terapi, dan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan. Berpotensi tinggi mengakibatkan kecanduan pada pengguna; Narkotika golongan III penggunaanya untuk pengobatan, terapi, dan untuk tujuan ilmu pengetahuan. Berpotensi ringan menyebabkan kecanduan.

Narasumber juga menjelaskan terkait jenis kedua dari NAPZA yaitu psikotropika yang merupakan bahan alami maupun bukan alami yang memiliki khasiat psikoaktif. Dampak mengkonsumsi psikotropika dapat mempengaruhi susunan saraf yang bisa menyebabkan perubahan mental dan perilaku. Psikotropika sendiri dibedakan lagi berdasarkan tingkatannya menjadi Psikotropika golongan 1 hingga golongan 4. Psikotropika golongan I penggunaannya hanya untuk tujuan ilmu pengetahuan, tidak dipakai dalam terapi, dan sangat berpotensi mengakibatkan kecanduan; Psikotropika golongan II penggunaannya untuk tujuan pengobatan atau obat alternatif, dan juga untuk ilmu pengetahuan. Golongan ini juga berpotensi menyebabkan kecanduan; Psikotropika golongan III penggunaannya untuk pengobatan dan terapi, serta untuk tujuan ilmu pengetahuan. Golongan ini juga mempunyai potensi sedang menyebabkan ketergantungan; Psikotropika golongan IV penggunaannya untuk pengobatan dan terapi, serta untuk tujuan ilmu pengetahuan berpotensi mengakibatkan ketergantungan ringan.

Narasumber menambahkan pula terkait penjelasan Zat adiktif tidak termasuk narkotika maupun psikotropika, dimana zat ini merupakan bentuk inhalasi dan penggunaanya dapat menimbulkan ketergantungan. Zat adiktif ini mudah kita temukan di kehidupan sehari-hari, misalnya Nikotin pada rokok, Etanol pada minuman beralkohol, dan pelarut yang mudah menguap pada thiner, lem, dan lain-lain. Semua yang termasuk dalam zat adiktif, pada kadar tertentu dapat memberikan efek kencanduan pada penggunanya. Misalnya pada minuman beralkhol. Minuman yang mengandung alkohol dapat dibagi menjadi 3 golongan, diantaranya Golongan A; minuman mengandung alkohol dengan kadar etanol 1% – 5%. Contoh; Green Sand, Bir. Golongan B; minuman mengandung alkohol dengan kadar etanol 5% – 20%. Contoh; Anggur Kolesom dan Golongan C; minuman mengandung alkohol dengan kadar etanol 20% – 55%. Contoh; Arak, Vodka, Wiski. Dapat menyebabkan kecanduan.

Pemerintah Kabupaten Serang di bawah pimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyambut positif kegiatan ini dan berharap hasil dari kegiatan ini warga masyarakat Kabupaten Serang mampu mencegah penyebaran narkotika di sekitar kita sehingga tidak terjebak akan narkoba, narkotika dan obat terlarang yang akan merugikan masa depan bangsa.