Image
By Administrator

Pemkab Didesak Tutup Peternakan Ayam Di Gunung Sari

Minggu, 29 Mei 2016; |  Jam 17:45:40 WIB  |  128 comments

Sejumlah warga Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Serang melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten Serang tanggal 13 April 2016 lalu. Mereka mendesak Pemkab Serang segera menutup perusahaan pertambangan ayam milik PT. Indah Bersinar diwilayahnya lantaran posisi lokasi peternakannya dekat dengan pemukiman penduduk.

Koordinator aksi , Yus Yusuf mengatakan bahwa akibat dari adanya perusahaan peternakan ayam tersebut, kini banyak warga yang mengeluh akibat bau tidak sedap yang ditimbulkan adanya peternakan tersebut.

“ Warga kami banyak yang mengidap Ispa bahkan sampai paru-paru. Penyebabnya karena bau kotoran yang menyegat dan banyaknya lalat yang beterbangan membawa kotoran dan kuman ke rumah-rumah warga sekitar.

Ia menuturkan, yang merasakan dampak dari perusahaan ini ada dua kampung yaitu Kampung Mindi Desa Cirombot dan Cikundur Desa Gunung Sari. “ Jarak dari rumah warga ke lokasi kandang ayam kurang lebih 30 meter. Kandang ayam ini berdiri sejak 2015, tapi dampaknya sangat luar biasa, “ ujarnya.

Dengan adanya kondisi ini, pihaknya meminta Pemkab Serang agar segera menutup perusahaan tersebut karena selama ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya mulai dari aparatur desa dan kecamatan. “ Kalau tuntutan kami ini tidak dipenuhi, maka kami akan tidur disini sampai tuntutan kami ini dipenuhi, karena sudah beberapa kali kita mengajukan tuntutan ini ke kecamatan namun tidak digubris. Kami juga melihat pihak perusahaan tidak pernah beritikad baik untuk membangun komunikasi dengan warga sekitar, “ ujarnya.

Senada diungkapkan dengan Ketua Pemuda Gunung Sari, Abdul Munir. Kedatangannya ke Pemkab sebagai tindak lanjut dari Sikap Kepala Desa yang tidak mengakomodir aspirasi masyarakat. Padahal sudah jelas ijin dari lingkungan warga tidak ada.

Menanggapi permasalahan itu, Asda I Setda Kab. Serang Agus Erwana mengaku akan segera menindaklanjuti keluhan warga tersebut dengan segera meninjau terlebih dahulu kondisi di lapangan. Jika memang sangat merugikan warga, pihaknya akan segera mengevaluasi ijin pendirian peternakan tersebut. ***

128 komentar pada artikel ini