Image
By agus

Optimalkan Jaringan Irigasi, P3A Diminta Berperan Aktif

Senin, 15 Juli 2019; |  Jam 08:00:41 WIB  |  0 comments

SERANG,-Keberadaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang sudah vakum atau tidak diaktifkan sekitar tiga tahun belakangan yakni sejak 2016 akhir kini kembali dihidupkan. Oleh karena itu, P3A diharapkan mampu membantu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Hal itu diungkapkan dalam acara Pembentukan P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) tingkat Kabupaten Serang di aula TB Suwandi, Selasa (23/4/2019). Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Irigasi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Nurlaelah S.TP, MM dan para P3A.

Kepala Bidang Irigasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Serang Nurlaelah mengatakan, pertemuan ini dilakukan dalam rangkat peningkatan peran P3A dan pengelolaan jaringan irigasi partisipatif. P3A merupakan himpunan bagi petani pemakai air yang bersifat sosial ekonomi budaya dan berwawasan lingkungan. “P3A dibentuk dari, oleh dan untuk petani pemakai air secara demokratis yang pengurus dan anggotanya terdiri dari unsur petani pemakai air,” ujarnya.

Lela mengatakan, peningkatan produksi pertanian dan kesejahteraan petani tidak bisa berjalan sendiri dan harus melibatkan P3A. Keberadaan P3A ini sudah ada sejak Orde Baru dengan nama Ulu-Ulu. Namun sekarang sudah berganti nama menjadi P3A. "Intinya mewadahi para petani dalam hal pembagian air. Jumlah yang terdata hari ini 114, kalau semuanya ada 400 mungkin karena undangannya enggak sampai nanti diundang lagi dan ditetapkan dengan SK Bupati," katanya.

Ia menuturkan, P3A ini diberikan tugas salah satunya membantu membagi air kepada petani. Lela menuturkan, dalam hal pembagian air, pihaknya hanya bertugas agar air selalu tersedia hingga petak tersier. Jika tidak ada perkumpulan maka dikhawatirkan akan terjadi rebutan air. "Makanya harus ada P3A yang wadahi, jadi petani bisa berurusan dengan P3A," ucapnya.

P3A ini kata dia, harus bisa menginformasikan ketika ada kerusakan saluran air yang menyebabkan air tersumbat dan tidak sampai. P3A ini bisa berkoordinasi dengan petugas juru pengairan di UPTD. "Harus komunikasi, jadi ada jalurnya dalam pemeliharaan ini ada laporan. Jadi ada yang diisi P3A dan juru pengairan. Ini yang jadi sumber untuk ambil kebijakan di kita apakah rehab atau pembangunan," tuturnya.

Semenetara P3A Kecamatan Bandung, M. Talla mengatakan, banyak hal yang harus dibantu oleh P3A. Semisal renovasi bendungan. Di wilayahnya ada bendung sekat balok yang sudah rusak sejak lama dan harus segera di renovasi. "Memang pada jebol. Ini keinginan P3A (renovasi) penampungan air pada rembes. Kami siap membantu. Supaya bisa menjebol aliran air ke petani," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Serang dibawah kepemimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah SE, M.Ak terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menciptakan swasembada pangan lokal. Oleh karena itu mekanisme pembagian air bagi masyarakat harus terus diutamakan. (*)