Image
By agus

Fokus Tekan Penyebaran HIV/Aids

Senin, 15 Juli 2019; |  Jam 08:01:50 WIB  |  0 comments

SERANG,-Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Serang menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Serang di ruang Tb Saparudin, Kamis (11/7/201). Pada rapat yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Tb Entus Mahmud Sahiri tersebut dibahas upaya-upaya untuk menekan penyebaran HIV/Aids yang terus meningkat.

Sekretaris KPA Kabupaten Serang Budi Miarso mengatakan rakor KPA biasanya dilakukan tiga fase di tahun 2018. Namun untuk tahun ini hanya dua fase yakni perencanaan dan evaluasi. Pada rapat itu, pihaknya menjelaskan tentang pentingnya perda HIV/Aids. Sebab keberadaan perda ini sebagai payung hukum atas kinerja KPA. “Ini untungnya dewan yang punya inisiatif, mudah mudahan semakin kita aktif akan semakin ketahuan kasus HIV/Aids,” ujarnya.

Budi mengatakan, sampai saat ini total penderita HIV/Aids di Kabupaten Serang ada 657 penderita HIV dan 236 Aids. Namun untuk tahun ini sudah ada 50 kasus yang terjadi. Sebagai koordinator dalam penanganan HIV/Aids, KPA gencar melakukan sosialisasi dan sebanyak mungkin membentuk warga peduli HIV/Aids di kecamatan dan desa. “Supaya yang peduli banyak dan jaringannya banyak,” tuturnya.

Ia menerangkan, HIV/Aids adalah virus yang melemahkan kekebalan tubuh manusia. Virus ini menulari melalui cairan tubuh manusia, salah satunya melalui darah, cairan vagina dan sperma. Biasanya HIV/Aids awalnya menular dari hubungan seksual yang tidak normal seperti homoseksual.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Riris Budiarni mengatakan, adanya HIV/Aids di Kabupaten Serang bukanlah perkara baru. Sampai tahun ini sudah ada 48 kasus yang terjadi dan dari jumlah itu 22 kasus ada di Ciruas. “Kalau kita bilang HIV/Aids ini fenomena gunung es. Karena kami di puskesmas terus melakukan pengobatan terhadap ibu hamil dan penderita TBC. Tapi kendalanya masih banyak yang tidak bersedia atau tidak mau mendapatkan pengobatan,” ujarnya.

Kedepan kata Riris, pihaknya butuh bantuan dari semua pihak untuk tetap mau menyosialisasikan bahwa periksa HIV/Aids itu penting untuk faktor berisiko. Seperti populasi kunci yakni ibu hami. Agar mereka yang terindikasi bisa segera terobati. “Yang ketahuan itu yang bersedia diperiksa, kalau yang enggak mau masih banyak juga.

Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Tb Entus Mahmud Sahiri mengatakan, mewakili pemda pihaknya mendapatkan laporan dari dinkes dan tim KPA bahwa terjadi keprihatinan bagi Kabupaten Serang. Sebab kerawanan HIV/Aids meningkat di beberapa kecamatan seperti Kramatwatu, Petir, Cikeusal dan Ciruas. “Tentu saja ini harus disikapi serius jangan sampai penularan HIV/Aids ini terus berkembang. Makanya pemda kita akan melibatkan semua stakeholder untuk meminimalisir beredarnya,” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Serang dibawah kepemimpinan Bupati Serang Hj. Ratu Tatu Chasanah SE, M.Ak terus berupaya menekan angka penderita HIV/Aids. Sebab banyaknya penderita akan menurunkan derajat kesehatan masyarakat. Oleh karena itu Pemkab terus mendoorng dilakukannya langkah-langkah strategis dan gencar sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai kalangan. Seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan lainnya. (*)