Image
By agus

Diskoperindag Ikuti Pameran APKASI

Senin, 15 Juli 2019; |  Jam 08:02:37 WIB  |  0 comments

SERANG,-Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang mengikuti pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) otonomi Expo 2019 yang berlangsung selama tiga hari yakni tanggal 3-5 Juli 2019 di JCC senayan, Jakarta.

Dalam pameran yang mengambil tema “Kemitraan Bisnis Untuk Peningkatan Ekonomi Lokal Berkelanjutan”, Kabupaten Serang memamerkan dan mempromosikan beberapa produk kerajinan tangan lokal.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang Abdul Wahid mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan selama tiga hari. Dalam giat itu, pihaknya memamerkan beberapa kerajinan lokal. Seperti batik khas Kaserangan, batik Anyer, gerabah bumijaya, gerabah Anyer dan juga produk UMKM Kabupaten Serang lainnya.

Dirinya mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. Sebab melalu ajang seperti pameran ini, produk lokal Kabupaten Serang bisa dikenal dengan luas. Karena memang perlu diakui, produk UMKM tersebut tidak kalah oleh produk lainnya yang berasal dari luar.

Wahid menjelaskan, selama ini yang menjadi kendala dari UMKM adalah soal pemasaran dan kemasan. Dimana masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami tentang packaging yang baik. Namun demikian, diskoperindag selalu berupaya untuk melakukan pembinaan terhadap UMKM tersebut.

Sedangkan untuk masalah pemasaran, selama ini Pemkab Serang sudah berupaya dengan bekerjasama dengan beberapa retail agar bisa mengakomodir produk UMKM tersebut. Beberapa barang saat ini sudah bisa masuk kedalamnya. Selain itu, Pemkab Serang juga sudah memiliki pasar online yakni Gerai Due Kite untuk menyasar pembeli milenial.

Pemerintah Kabupaten Serang dibawah Kepemimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah SE, M.Ak terus berupaya untuk mendukung pengembangan produk-produk UMKM. Berbagai bentuk dukungan itu diberikan seperti permodalan hingga pembinaan.

Dengan membaiknya dan diminatinya produk lokal tersebut, maka akan dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Produk lokal tersebut perlu kiranya terus didorong agar bisa menjadi ciri khas dan menjadi cinderamata asli kabupaten Serang. Dengan demikian daya beli masyarakat akan terus meningkat dan tentunya bisa menunjang peningkatan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM). (*)