Image
By agus

MDMC Kunjungi BPBD Kabupaten Serang

Senin, 15 Juli 2019; |  Jam 08:05:51 WIB  |  0 comments

SERANG,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menerima kunjungan dari Muhamadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) di ruang Crisis Center BPBD Kabupaten Serang, Selasa (9/7/2019). Kunjungan tersebut untuk membahas terkait jadwal ekspedisi destana tsunami yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 Juli-16 Agustus 2019 di sepanjang pantai Pulau Jawa  yang dimulai dari Banyuwangi dan berakhir di Kabupaten Serang.

Ekspedisi ini merupakan salah satu bentuk dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kepada daerah dalam menguatkan kapasitas masyarakat dan desa-desa dalam menghadapi bencana tsunami. Selain itu tujuan dari ekspedisi ini adalah untuk menginformasikan potensi ancaman tsunami, menyosialisasikan desa tangguh bencana tsunami, koordinasi multi sektor dan identifikasi awal ketangguhan desa bencana tsunami.

Dalam pelaksanaan ekspedisi destana tsunami, akan melibatkan unsur pentahelix dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam jumlah yang cukup besar. Meskipun melibatkan banyak pihak, ekspedisi destana tsunami bukan merupakan kegiatan ceremony, melainkan aksi nyata dalam melindungi masyarakat di daerah rawan tsunami.

Berbicara soal desa tangguh bencana, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang Nana Sukmana Kusuma mengatakan, selama Tahun 2019 ini BPBD telah membentuk 9 desa tangguh bencana di wilayah Kabupaten Serang. Desa tersebut berada di 2 kecamatan yakni 4 desa di Kecamatan Tirtayasa dan 5 desa di Kecamatan Pontang. "Jadi semuanya ada 9 desa," ujar Nana.

Keberadaan destana ini diharapakan dapat mengenali berbagai ancaman bencana yang ada di wilayahnya. Selain itu mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi risiko bencana.

Nana menjelaskan, dengan dibentuknya 9 destana di tahun ini, total destana yang sudah terbangun sampai saat ini ada 49. "Ada 49 destana sampai saat ini yang sudah dibangun," katanya.

Nana mengatakan, keberadaan destana tersebut masih harus ditingkatkan. Agar mereka bisa menjadi BPBD BPBD kecil sehingga sistem komunikasi dan informasi bisa lebih cepat. “Intinya bagaimana kita berada di tengah masyarakat ketika ada bencana,” ucapnya.

Disinggung soal kelengkpan sarana dan prasarana, Nana mengatakan sejauh ini diakuinya masih banyak kekurangan. Namun dalam hal ini semua harus tetap dioptimalkan agar pelayanan kebencanaan bisa terus berjalan.

Pemerintah Kabupaten Serang dibawah kepemimpinan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan wakil Bupati Pandji Tirtayasa terus berupaya melakukan penguatan pada sektor penanganan kebencanaan. Hal ini dilakukan agar berbagai risiko bencana bisa diminimalisir.

Dengan baiknya penanganan bencana, maka akan menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Namun perlu disadari bahwa Kabupaten Serang berada di daerah yang akrab dengan titik bencana. Oleh karena itu semua kalangan harus bisa mengenali tanda tanda bencana. (*)