By Administrator

KUNJUNGI PENDERITA GIZI BURUK DI RSUD SERANG

Sabtu, 10 Desember 2016; |  Jam 02:16:23 WIB  |  0 comments

Gubernur Banten Rano Karno ketika mengunjungi Bapak Jamin, warga Pekarungan Lama, Kelurahan Kagunan,Bapak Jamin dari keluarga miskin yang mengalami kelumpuhan dan tidak bisa berobat.

Gubernur Banten Rano Karno  mengunjungi seorang pasien penderita gizi buruk Atin, yang sedang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Drajat Prawiranegara, Serang.

Atin yang merupakan warga Kampung Karang Kobong, Desa Lebak Wangi, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang dirawat di RSUD selama kurang lebih lima hari.

Rano Karno yang didampingi Kepala Dinas Kesehatan M Yanuar, Kepala Dinas Sosial Ino S Rawita, mengatakan  Pemprov Banten melalui Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan akan mendata kembali  keberadaan penderita gizi buruk di Provinsi Banten 

"Dengan kehadiran saya di sini, saya ingin semuanya terungkap (data penderita gizi buruk), supaya kita segera tangani. Inilah saatnya kita bersama-sama seluruh stakeholder  bergerak untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Rano saat menjenguk Atin,

Menurutnya, saat ini pemerintah tengah fokus menangani gizi buruk, salah satunya dengan mengalokasikan anggaran untuk penanganan gizi buruk di Provinsi Banten."Kami akan terus tangani kasus ini, tapi bukan kami saja yang harus bergerak akan tetapi semua masyarakat juga harus memperhatikan hal itu

Gubernur mengharapkan, untuk sama-sama meminimalisasi meningkatnya angka gizi buruk di Banten. Karena itu dibutuhkan  peran serta masyarakat, dalam membantu menangani penderita gizi buruk, termasuk meminta agar semua kader Program Keluarga Harapan (PKH) yang ada di Banten bersama-sama bergerak cepat, sehingga bisa mendata penderita gizi buruk.

Gubernur juga mengakui penderita gizi buruk di Provinsi Banten masih tinggi, oleh karena itu, gizi buruk bukan persoalan tidak bisa makan saja, tapi ada persoalan-persoalan lain. “Faktornya banyak. Gizi buruk bukan hanya terjadi di kita saja, bahkan dijakarta juga masih ada,” ungkapnya.

Mengatasi persoalan gizi buruk ini, menurut Gubernur, Pemprov sudah mempunyai program. Di antaranya bantuan sosial tidak terduga, bina gizi, dan pemberian makanan bergizi dari Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan.

 “Ini tidak ada kaitannya dengan strategi politik menjelang pilgub.  Bantuan ini sudah jadi format kita, ada atau tidak adanya pilkada pasti akan kita jalankan,” katanya.

Pada kesempatan ini, Gubernur memberikan bantuan bedah rumah tidak layak huni bagi keluarga Atin sebesar Rp19 juta, bantuan uang tunai Rp5 juta serta sembako yang terdiri atas 50kg beras, mie instan 200 bungkus, sarden 60 kaleng, minyak goreng 12 liter, saos 48 botol, kecap manis 48 botol.

Setelah mengunjujngi Atin di RUSD Dr.Drajat Prawiranegara, Gubernur melanjutkan kunjungannya ke rumah Bapak Jamin, keluarga miskin yang tidak bisa berobat, warga linkungan Pekarungan Lama, Kelurahan Kagunan, Kota Serang.

Pada kesempatan ini juga Gubernur langsung memberikan bantuan serupa ditambah dengan bantuan kursi roda dan meminta kepada Dirut RSUD Banten untuk segera  memberikan pengobatan kepada Jamin di RSUD 

 

Tags:  Berita |224|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar