Image
By Administrator

PENJABAT BUPATI ROLING PEJABAT ESELON II

Selasa, 13 Desember 2016; |  Jam 09:41:43 WIB  |  0 comments

Menjelang akhir masa kepemimpinannya sebagai Penjabat Bupati Serang, Hudaya Latuconsina menggelar mutasi dan rotasi terhadap 14 pejabat eselon II di Lingkungan Pemkab Serang dengan Nomer Surat Keputusan (SK) 828 /kep.82-BKD /2016 tentang Pengangkatan dan Pemindahan Jabatan Struktural   tanggal 25 Januari 2016 yang lalu di Pendopo Kabupaten Serang. Mutasi dilakukan setelah mendapat persetujuan dari Gubernur Banten Rano Karno.

Agus Erwana yang sebelumnya menjabat staf ahli bupati bidang pemerintahan dilantik menjadi Asda I menggantikan Nana Sukmana yang dipindah menjadi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Tb. Entus Mahmud Sahiri yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) menjadi Kepala Badan Kepegawaian  Daerah (BKD) yang sebelumnya dijabat Rif’ah Maftuty. Rif’ah dipindah menjadi Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP).

Dadang Hermawan dilantik menjadi Kepala Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Pertanian (Distanhutbutanak) yang sebelumnya dijabat oleh Yani Herdiyani. Yani sendiri bertukar jabatan dengan Dadang menjadi Kepala Dinas Sosial.

Anang Mulyana yang sebelumnya menjabat Asda II dirotasi menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) yang sebelumnya dijabat oleh Ismanto Ismail. Ismanto Ismail sendiri menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan.

Sementara itu Odi Budiono yang sebelumnya menjadi Kepala Dishubkominfo berpindah menjadi Sekretaris DPRD menggantikan HR Setiawan yang mengisi Jabatan barunya menjadi Asda II Setda Kab. Serang. Hulaeli Asyikin yang sebelumnya menjabat kepala BPBD  dilantik menjadi Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga yang sebelumnya dijabat oleh Mimin Aminah. Mimin dialihkan menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan. Selain itu Sri Budi Prihasto menggantikanEntus Mahmud di Diskoperindag. Hedi Tahap menggantikan Odi Budiono di Dishubkominfo.

Hudaya mengatakan, mutasi dilakukan setelah melalui proses panjang dan pihaknya tidak melakukan secara sembarangan.  Dengan terbitnya persetujuan gubernur dan adanya edaran dari Kementrian Dalam Negeri yang disampaikan ke Gubernur maka kita bisa melakukan rotasi. Semua kita proses sejak Desember dan pada 19 Januari keluar persetujuan gubernur. Kita tidak bisa melangkah secara suka-suka dan proses usulan dari Baperjakat, ujar Hudaya. ***

Tags:  Berita |191|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar