Image
By Administrator

KABUPATEN SERANG MENUJU INDUSTRI BERAS MODERN (2)

Selasa, 03 Januari 2017; |  Jam 11:16:01 WIB  |  0 comments

Komunitas Penggilingan Padi dan Beras Mandiri (KPPBM)

Hasil kunjungan ke PT Mercubuana menjadi bahan diskusi diantara tujuh pengusaha rice mills dan sebulan kemudian pembicaraan ini mengkristal menjadi sebuah ide besar. Tepat tanggal 30 Mei 2016, tujuh pengusaha rice mills ini bersatu dan bergabung membentuk Komunitas Penggilingan Padi dan Beras Mandiri atau disingkat KPPBM.

Komunitas yang telah berbadan hukum ini bertujuan mewadahi pemilik penggilingan, pelaku usaha, dan produsen padi dan beras, baik perseorangan, kelompok dan/atau institusi berbadan hukum ataupun tidak yang memiliki keinginan untuk memajukan industriberas yang berbasiskan potensi lokal dengan tujuan mensejahterakan petani.

Dalam pemilihan pengurus oleh formatur, terpilih sebagai ketua H. Safiudin, sekretaris H. Hariri, bendahara H. Hamid, Ketua Bidang Produksi Asep, Ketua Bidang Pasca Panen Junaidi, Ketua Bidang Pemasaran H. Anis Fuad dan Ketua Bidang Jasa Lainnya Kodiman.

Bidang produksi berfungsi untuk mengorganisasikan penggilingan padi anggota KPPBM dalam memproduksi gabah, beras atau husked rice (beras pecah kulit) termasuk di dalamnya menjadwal pertanaman dan panen, membuat standar kerja on-farm, dan membantu pengadaan saprodi untuk areal sawah garapan penggilingan padi anggota KPPBM.

Bidang pasca panen bertugas menetapkan standar penanganan pasca panen dan mengontrol prosesnya, mengawasi pembelian dari petani binaan, mengkoordinasikan transportasi dan pencetakan label.

Bidang pemasaran bertujuan untuk mencari pasar hasil produksi KPPBM, baik itu beras W3, W2, W1 ataupun premium dan melakukan kerjasama dengan pihak industri, hotel, restoran, rumah sakit dan lain sebagainya.

Sedangkan Bidang Jasa Lainnya menjadi penunjang tiga bidang yang lain, yaitu pemanfaatan limbah hasil olahan Rice Mills seperti dedak, menjalin kemitraan dengan pabrik alsintan sebagai distributor spare part alat penggilingan padi dan usaha perbaikan dan pemeliharaan alat dan mesin.

Beberapa waktu yang lalu, pengurus KPPBM mengajak penggilingan padi yang ada di Kabupaten Serang untuk bergabung dalam KPPBM dengan tujuan untuk menyatukan potensi dalam membeli gabah dan memasarkan beras pecah kulit ataupun beras premium. Dari pertemuan ini bergabung 50 penggilingan padi dari seluruh Kabupaten Serang.

Diharapkan pada bulan Juli, Ibu Bupati Serang berkenan melantik pengurus dan anggota KPPBM sebagai wujud sinergi antara organisasi masyarakat dan pemerintah daerah. Dalam AD/ART KPPBM, Ibu Bupati Serang juga didaulat sebagai pelindung organisasi mengingat kepedulian beliau terhadap pertanian.

Ternyata kabar ini tersebar dengan sangat cepat. Pelaku penggilingan dari Kota Serang dan Kabupaten Pandeglang sudah menyatakan keinginannya untuk ikut berkiprah di KPPBM.

Terlebih beberapa saat yang lalu, pengurus KPPBM telah bertemu dengan pabrikan pasca panen padi Huansha dan bisa memperoleh alat dengan metode pembayaran leasing. Jadi ke depannya KPPBM diharapkan mampu menggerakkan semua sektor yang terlibat dalam produksi dan pengolahan padi menuju Industri Beras Modern.

Tags:  Berita |462|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar