Image
By Administrator

KABUPATEN SERANG MENUJU INDUSTRI BERAS MODERN (3)

Selasa, 03 Januari 2017; |  Jam 11:17:56 WIB  |  0 comments

Pertemuan dengan PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.

Pada minggu ke-III bulan Juni, PT Tiga Pilar Sejahtera atau disingkat PT TPS Food bertemu dengan KPPBM yang difasilitasi oleh Dr.Ir. Robi Ramli dan Kadis DPKPP Kabupaten Serang Ir. H. Dadang Hermawan. Turut hadir perwakilan dari Distanak Prov. Banten, Momod Syafrudin,SP.,MM.

Perusahaan yang memproduksi Beras Maknyus dan Ayam Jago, Bihunku dan Snack Taro ini bertemu dengan KPPBM dalam rangka menjajagi kerjasama bahan baku gabah, beras pecah kulit ataupun beras premium. PT TPS Food dalam kesempatan ini diwakili oleh Pak Tjoa Hook Wie dan Pak Ferry Kwok sebagai person in charge dalam pembelian bahan baku.

Pak Wie dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa pabrik mereka yang ada di 5 lokasi seluruh Indonesia membutuhkan bahan baku lebih dari 40.000 ton setiap bulan. Untuk menjaga suplai mereka menghendaki KPPBM dapat menyuplai secara kontinyu dengan kualitas yang telah ditetapkan oleh pabrik.

Bahkan di masa depan, beliau berharap beras premium yang dijual dalam satu varietas yang terjaga mutunya dan bukan beras mixing seperti yang terjadi selama ini. Sistem yang mampu memasok beras atau pecah kulit dengan standar tinggi karena untuk kelas premium inilah yang akan dibangun oleh KPPBM.

KPPBM menyadari bahwa tidak ada seorang pun secara individu yang dapat memenuhi pasar raksasa ini, tapi lain halnya bila seluruh penggilingan padi di Kabupaten Serang bersatu dengan kualitas dan standar yang sama maka pasar-pasar besar ini tentunya dapat di penuhi.

Harga beras atau husked rice yang tinggi pada gilirannya akan ikut mendongkrak harga gabah di tingkat petani karena sejak awal misi KPPBM bukan hanya ingin meraih untung tapi juga maju bersama. Bila harga gabah sudah stabil di tingkat yang tinggi, perkara luas tambah tanam ataupun peningkatan produktivitas bukan perkara sulit untuk diwujudkan. Hal ini akan menjadi sesuatu hal yang otomatis terlaksana karenapetani akan terpacu untuk terus berproduksi.

Selain itu, usaha tani padi menjadi bisnis yang high profit akibatnya nilai tanah untuk padi sawah pun ikut meningkat dan pada gilirannya akan menurunkan laju alih fungsi lahan sawah. Akibatnya sumber daya produksi beras sebagai makanan pokok masyarakat tetap lestari.

Hasilnya masyarakat memperoleh beras dengan kualitas baik dan harga terjangkau serta petani mampu meningkatkan taraf hidupnya dan keluar dari lingkaran kebodohan dan kemiskinan. ZD.

Terima kasih kepada Dr.Ir. Robi Romli, Pak Wie, Pak Ferry, Ir. H. Dadang Hermawan, Pak Supratman (MBRM), Burhanudin (Perpadi) dan Teman-teman KPPBM.

 

Tags:  Berita |543|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar