Image
By Administrator

PELATIHAN PEMETAAN JARINGAN IRIGASI DAN ALSINTAN

Selasa, 03 Januari 2017; |  Jam 11:22:40 WIB  |  0 comments

Tak kenal maka tak sayang, ungkapan ini sering kita dengar untuk menunjukkan pentingnya mengenali sesuatu agar dapat memahaminya, termasuk pekerjaan meningkatkan produksi beras nasional yang menjadi “pabrik”-nya adalah lahan sawah.

Dalam rangka meningkatkan pengenalan lahan padi sawah sehingga dapat mengidentifikasi lokasi dan berikutnya dapat membuat pemetaan yang akan digunakan untuk perencanaan produksi, Tim Tanaman Pangan dibantu Andi Sukman,S.Hut,M.Sc. dan Edwin Nugraha,S.Hut,MM. melaksanakan pelatihan pemetaan jaringan irigasi dan posisi alsintan khususnya di lahan padi sawah.

Pelatihan ini ditujukan untuk Ka.UPTD Kecamatan, Penyuluh Pertanian Kecamatan dan Babinsa dari Kodim 0602/Serang dan Kodim 0623/Cilegon dengan jumlah 84 orang dan dibagi atas beberapa tahap.

Pada tahap pertama peserta dilatih untuk menggunakan alat GPS untuk memetakan jaringan irigasi dan posisi alsintan.

Tahap berikutnya, adalah bagaimana hasil pendataan dengan alat GPS dapat diinput ke perangkat lunak pengolah peta. Pada tahap ini peserta dilatih menggunakan software pengolah peta dengan menggunakan laptop dan mengolah hasil input tersebut untuk dapat memberikan informasi jaringan irigasi dan posisi alsintan.

Tahap terakhir adalah mengkompilasi semua data yang telah diolah tersebut menjadi sebuah peta yang terintegrasi minimal untuk tingkat kecamatan.

Seiring dengan meningkatnya dampak perubahan iklim, anomali cuaca sering ditemui dalam beberapa tahun belakangan ini. Akibatnya pergeseran jadwal tanam merupakan hal yang jamak terjadi.

Perubahan jadwal tanam ini tidak hanya mempengaruhi areal sawah tadah hujan tapi juga areal sawah irigasi Bendung Pamarayan. Berbeda dengan bendungan yang merupakan reservoir air, bendung adalah bangunan yang dipergunakan untuk meninggikan muka air di sungai sampai pada ketinggian yang diperlukan agar air dapat dialirkan ke saluran irigasi dan petak tersier.

Jadi bangunan bendung memiliki sumber air yang sama dengan aliran sungai bagian hulunya. Akibatnya penurunan debit air di daerah hulu akan ikut menurunkan kemampuan bendung mengalirkan air ke saluran irigasi. Itu sebabnya pula sedimentasi sering dtemui di bendung.

Musim kering tahun 2015 yang berlangsung mulai bulan Juni hingga bulan November merupakan contoh kasus ketika debit bendung Pamarayan sedemikian kecil hingga air tidak sampai ke saluran primer Serang Barat sehingga sering ditemui areal sawah irigasi tidak dapat ditanami sama sekali.

Sebaliknya, banyak pula sawah tadah hujan yang harusnya pada musim kemarau kemarin tidak dapat berproduksi pada kenyataannya masih dapat ditanami karena memiliki sumber air lain. Dalam kondisi seperti ini adalah hal yang mungkin bila dikatakan sawah irigasi hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun sebaliknya sawah tadah hujan dapat ditanami tiga kali dalam setahun.

Anomali iklim yang mengakibatkan perubahan status lahan sawah ini perlu dipetakan kembali sehingga perencanaan pola tanam dan panen dapat lebih mendekati kondisis sebenarnya. Hal inilah yang menjadi titik penting pelatihan pemetaan untuk petugas pertanian kecamatan dan TNI-AD mengingat keduanya merupakan ujung tombak pelaksanaan UPSUS dalam mencapai swasembada Pangan.

Sedangkan pemetaan posisi alsintan khususnya traktor, pompa air, transplanter, power thresher, RMU dan combine harvester bertujuan untuk mengetahui distribusi dan efektivitas alsintan termasuk rencana realokasi sementara bila dibutuhkan seperti ketika menghadapi musim kering yang berkepanjangan. Harapannya di masa yang akan dating tidak terjadi lagi penumpukan bantuan pemerintah pada satu lokasi.

Keahlian yang diperoleh diharapkan juga dapat digunakan untuk keperluan lain yang mendukung kegiatan pertanian. Salah satunya adalah pengawasan LP2B yang rencananya akan ditetapkan melalui peraturan daerahnya pada akhir April 2016.

Selain itu, keahlian ini dapat digunakan untuk pemetaan komoditi lain seperti Jagung, Kedelai, komoditi hortikultura, peternakan dan perkebunan. Semoga pelatihan ini dapat menjadikan petugas lebih memahami tugasnya dan berikutnya semakin “sayang" dengan pekerjaannya yang pada akhirnya dapat membantu usaha petani dalam meningkatkan produksinya. ZD

Tags:  Berita |138|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar