Image
By Administrator

PENGEMBANGAN JAGUNG

Selasa, 03 Januari 2017; |  Jam 11:24:57 WIB  |  0 comments

Pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Kementerian Pertanian telah mengalokasikan Program Pengambangan Budidaya Jagung Hibrida di Lahan Khusus. Kabupaten Serang mendapat alokasi 3.850 ha yang direncanakan dikembangkan di lahan tidur, lahan kering, lahan milik pesantren atau yayasan, dan lain sebagainya.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian Kehutanan Peternakan dan Perkebunan Kab. Serang membangun kerjasama dengan Karang Taruna, Taruna Siaga Bencana (Tagana), KODIM 0602/Serang, dan KODIM 0623/Cilegon dan beberapa Polsek Kecamatan.

Tujuan pelibatan unsur-unsur tersebut untuk mendorong percepatan perluasan tanam jagung di Kabupaten Serang. Dengan potensi pasar 934.837 ton jagung pipilan kering kebutuhan 8 feed mill (pabrik pakan) di Kabupaten Serang (18% dari kebutuhan bahan baku pabrik pakan nasional), pengembangan jagung hibrida sangat layak dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Sementara produksi jagung pipilan kering Provinsi Banten per tahun berkisar di angka 10.000 ton.

Selain itu pelibatan taruna menjadi upaya kaderisasi di sektor pertanian yang selama ini didominasi oleh pelaku yang sudah berumur di atas 45 tahun. Dengan nilai bisnis yang sangat menjanjikan ini para pemuda akan tertarik untuk turut serta dan secara bertahap akan menggantikan generasi sebelumnya.

Pembentukan tata niaga komoditi ini, sesuai harapan Ibu Bupati Serang, akan melibatkan PT SBM (atau anak perusahaannya) untuk mengolah tongkol kering hasil panen petani untuk kemudian dipasok ke pabrik pakan sesuai standar. Sistem pembelian kontan dan pendirian Drying Center ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan (gap) dalam tata niaga jagung antara petani dan pabrik pakan. Selanjutnya sistem ini akan meningkatkan gairah petani untuk memanfaatkan seluruh lahan kering potensial dan sawah bera dan pada akhirnya dapat memberikan tambahan penghasilan untuk petani pelaku.

Dalam salah satu pertemuan yang dihadiri oleh Kadis PKPP, Pembina Komunitas Mandiri, Kabid Pertanian unsur Kodim 0602 dan 0623, Ketua KNPI Kab. Serang, Dir. OPS PT SBM, beberapa pengurus karang taruna kecamatan mengusulkan agar dibentuk suatu wadah yang akan mengakomodasi pola-pola pengembangan usaha seperti dan pada saat itu muncul ide nama “Patriot Pemuda Tani”.

Tidak salah bilah dikatakan bahwa dimanapun di belahan dunia, pelopor perubahan adalah pemuda. Mungkin hal ini pula yang mendasari terjadinya Sumpah Pemuda. ZD.

Tags:  Berita |413|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar