Image
By Administrator

LAPORAN PENANGANAN PENYAKIT SAVERE PRE-ECLAMPSIA PADA RUANG RAWAT INAP DR DRAJAT PRAWIRANEGARA KABUP

Selasa, 03 Januari 2017; |  Jam 11:50:29 WIB  |  0 comments

Tekanan darah tinggi dan kehamilan tidak selalu berarti kondisi yang berbahaya. Inilah yang perlu diketahui ibu hamil agar lebih meningkatkan kesadaran merawat diri sendiri. Jika seorang ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) selama kehamilan apakah membutuhkan perawatan khusus.

Kehamilan dengan disertai hipertensi bisa menimbulkan berbagai resiko bagi ibu dan juga janin yang dikandung. Hipertensi jika tekanan darah tinggi pada ibu hamil ini berada di atas 140/90 mmHG. Seorang ibu hamil rentan terkena hipertensi ketika ibu mengandung pada usia rentan yakni kurang dari 20 tahun atau hamil di usia 40 ke atas. Selain itu, hipertensi pada ibu hamil juga sering terjadi pada kehamilan pertama dan ciri hamil anak kembar. Hipertensi pada ibu hamil biasanya ditandai oleh beberapa gejala, seperti:

-       Adanya kandungan protein pada urine ketika dilakukan pemeriksaan

-       Rasa nyeri pada bagian perut atas

-       Kadar trombosit darah menurun

-       Mual dan muntah

-       Gangguan penglihatan seperti penglihatan menjadi kabur serta sensitivitas terhadap cahaya

-       Sesak napas karena adanya cairan di paru-paru (baca juga : cara mengatasi sesak nafas saat hamil)

-       Kepala pusing

-       Kenaikan berat badan secara drastis

Jika wanita hamil rutin memeriksakan kandungannya setiap bulan, maka gejala-gejala preeklamsia akan cepat didiagnosis dan ditangani. Sebab setiap pemeriksaan kehamilan dokter akan selalu mengecek tekanan darah ibu hamil. Apabila gejala-gejala preeklamsia diketahui di sela-sela jadwal rutin pemeriksaan kehamilan, maka segera temui dokter kandungan.

 

 

 

Tags:  Berita |67|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar