Image
By Administrator

LAPORAN PENANGANAN PENYAKIT NEONATAL JAUNDICE PADA RUANG RAWAT INAP DR DRAJAT PRAWIRANEGARA KABUPATE

Selasa, 03 Januari 2017; |  Jam 11:57:45 WIB  |  0 comments

Banyak masyarakat belum mengerti bahwa kebanyakan penyakit di sebabkan oleh apa yang kita makan, maka dari itu makan – makanlah makanan yang bergizi agar tubuh menjadi sehat

Jaundice adalah suatu kondisi dimana kulit, mukosa, dan bagian putih mata (sklera) berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena peningkatan kadar bilirubin dalam darah. Bilirubin adalah hasil pemecahan sel darah merah yang sudah tua. Normalnya, hati akan merombak bilirubin dan membuangnya ke dalam usus sehingga dapat dikeluarkan bersamaan dengan tinja. Apabila terdapat gangguan dalam proses ini, terjadilah kuning. Kuning bukan merupakan penyakit, melainkan tanda dari suatu penyakit yang mendasarinya.

Virus merupakan penyebab hepatitis A, B, C, D, E, F, dan G. Disamping itu, penyakit kuning juga bisa disebabkan oleh bakteri, parasit, obat - obatan, bahan kimia alami atau sintetis yang merusak hati, alkohol, gizi yang buruk, serta penyakit autoimmun. Virus Hepatitis B lebih sering menjadikan penyakit kuning berlanjut menjadi menahun. Yang menahun ini dapat jinak, dapat pula ganas - atau berubah menjadi cirrhosis atau malah kanker hati. Lebih dari 80% kanker hati sekunder bermula dari virus hepatitis B.

Terapi sinar dilakukan selama 24 jam atau setidaknya sampai kadar bilirubin dalam darah kembali ke ambang batas normal. Dengan fototerapi, bilirubin dalam tubuh bayi dapat dipecahkan dan menjadi mudah larut dalam air tanpa harus diubah dulu oleh organ hati. Terapi sinar juga berupaya menjaga kadar bilirubin agar tak terus meningkat sehingga menimbulkan risiko yang lebih fatal.

Sinar yang digunakan pada fototerapi berasal dari sejenis lampu neon dengan panjang gelombang tertentu. Lampu yang digunakan sekitar 12 buah dan disusun secara paralel. Di bagian bawah lampu ada sebuah kaca yang disebut flexy glass yang berfungsi meningkatkan energi sinar sehingga intensitasnya lebih efektif.

 

 

Tags:  Berita |410|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar