Image
By Administrator

RATA-RATA RP 30 TRILYUN PER TAHUN MELAYANG KARENA BENCANA

Selasa, 03 Januari 2017; |  Jam 13:47:43 WIB  |  0 comments

Setiap tahun dampak bencana mengakibatkan kerugian ekonomi rata-rata sebesar 30 trilyun per tahun sepanjang lima tahun terakhir ini. Demikian disampaikan Willem Rampangilei kepala BNPB saat membuka latihan gabungan penanganan darurat bencana gempa bumi dan tsunami di Ambon, Maluku, Selasa (15/11).

Pada tahun 2016 tercatat terjadi 1.985 kejadian bencana. Jumlah ini akan masih terus bertambah karena curah hujan akan terus meningkat selama bulan November hingga Desember sehingga kejadian banjir, longsor dan puting beliung diprediksi akan terus terjadi di berbagai wilayah.

Dari 1.985 bencana, banjir adalah yang paling banyak terjadi yaitu 659 kejadian. Selanjutnya berturut-turut adalah putting beliung 572 kejadian, longsor 485, kebakaran hutan dan lahan 178, kombinasi banjir dan longsor 53, gelombang pasang dan abrasi 20, gempa bumi 11, dan erupsi gunungapi 7 kejadian. Bencana longsor merupakan bencana yang menimbulkan korban tewas paling banyak yaitu 161 jiwa. Sedangkan banjir menyebabkan 136 jiwa tewas, kombinasi banjir dan longsor 46 tewas, puting beliung 20 jiwa, erupsi gunungapi 7 jiwa, gempabumi 3 jiwa, dan kebakaran hutan dan lahan 2 jiwa.

Jumlah bencana di tahun 2016 ini adalah rekor tertinggi yang pernah terjadi sejak 10 tahun terakhir. Meskipun bencana yang terjadi di tahun 2016 tidak termasuk bencana besar, namun korban jiwa dan kerugian ekonomi yang ditimbulkan bencana cukup besar. Sebagai perbandingan jumlah kejadian bencana selama 10 tahun terakhir adalah tahun 2007 (816 bencana), 2008 (1.073), 2009 (1.246), 2010 (1.941), 2011 (1.633), 2012 (1.811), 2013 (1.674), 2014 (1.967), dan 2015 (1.677).

Kondisi geografis, geologis maupun iklim Indonesia memang membuat Indonesia secara alamiah memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi. Posisi Indonesia pada garis khatulistiwa menghasilkan Iklim tropis dengan konsekwensi seluruh wilayah berpotensi terhadap banjir, longsor, kekeringan, angin ribut, wabah atau hama. Kondisi ini selanjutnya diperparah dengan dampak perubahan iklim dan pengelolaan ekosistem yang tidak berkelanjutan yang semakin meningkatkan risiko bencana.

Pertemuan dan pergesekan tiga lempeng bumi di Indonesia juga menambah potensi bencana gempa, tsunami dan longsor. Ditambah pula Indonesia menjadi bagian dari cincin api Pasifik (Pacific ring of fire), sehingga berpotensi munculnya erupsi dari 127 gunungapi aktif.

Tiga lempeng bumi ini menghasilkan 80 sesar aktif di Indonesia sebagaimana disampaikan oleh para ahli geologi dalam sebuah seminar di Jakarta pada tahun 2014 lalu. Sesar aktif ini bisa menghasilkan gempa besar atau kecil dan waktu terjadinya tidak bisa diprediksi secara akurat. Jakarta dan Bandung adalah termasuk wilayah yang terancam oleh sesar aktif yang berada di sekitarnya, yaitu Sesar Cimandiri (Sukabumi-Pelabuhan Ratu) dan Sesar Lembang.

Sebagaimana yang disampaikan oleh UNDP, bahwa setiap 1 dollar yang dibelanjakan pada program PRB bisa menyelamatkan senilai 7 dollar dalam bencana kemanusiaan yang diakibatkan bencana. Apakah gerakan PRB di Indonesia sudah berinvestasi “one dollar” untuk mengurangi angka kerugian ekonomi yang 30 trilyun dalam setahun itu?

Tags:  Berita |357|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar