Image
By Administrator

SAHANA : SOLUSI TI DALAM PENANGGULANGAN BENCANA

Selasa, 03 Januari 2017; |  Jam 13:51:11 WIB  |  0 comments

Ketika suatu bencana terjadi, seringkali respon yang ada bersifat kacau. Tidak hanya banyak orang yang terkena dampak bencana yang terjadi dalam sekejap mata, juga berbagai infrastruktur seperti transportasi, komunikasi, manajemen gawat darurat (polisi, rumah sakit, pemadam) lumpuh. Atau meskipun infrastrukturnya masih utuh, skala bencana seringkali lebih besar dari yang dapat ditangani oleh sumberdaya lokal. Dengan demikian, sangat diperlukan reaksi yang cepat dari donatur lokal/asing untuk mendukung masyarakat sipil dan korban itu sendiri agar dapat menangani situasi yang ada. Semua kelompok dan individual ini membutuhkan kewenangan dan butuh dikoordinasikan untuk saling melengkapi satu sama lain sehingga lebih efektif. Disinilah letak masalahnya. Meskipun bantuan seringkali cukup cepat datang, selalu ada masalah pengkoordinasian semua pihak yang ada dan merekam semua korban yang membutuhkan bantuan. Sebagai hasilnya banyak janji bantuan yang sia­sia, distribusi bantuan yang tidak merata dan cakupan bantuan dan layanan yang kurang. Teknologi Informasi dapat membantu permasalahan manajemen penanganan bencana dengan menghubungkan para donatur, sukarelawan, LSM/NGO dan pemerintah sehingga memungkinkan pihak­pihak tersebut dapat bekerja sebagai satu kesatuan. Selain itu juga membantucpenyaluran bantuan secara merata dan seimbang. TI juga membuat penanganan bencana lebih transparan. SAHANA adalah salah satu sistem manajemen bencana yang dikembangkan oleh para sukarelawan yang sebagian besar berasal dari Sri Lanka ketika bencana gempa dan tsunami melanda Asia Selatan tahun 2004. Pada saat ini SAHANA terus dikembangkan oleh komunitas global dan telah dipakai pada beberapa bencana besar yang terjadi di dunia.

Mengapa SAHANA

Sedikit sekali negara dan organisasi yang ada pada saat ini sanggup mengalokasikan banyak sumberdaya pada sisem manajemen bencana ketika bencananya sendiri tidak terjadi. Hal ini tidak hanya terjadi di negara miskin atau berkembang, bahkan di negara kaya punjuga, dikarenakan selalu ada prioritas yang dianggap lebih tinggi yang perlu didanai. Dengan menggunakan Open Source Software, kita dapat mengatasi kesulitan ini. Model pengembangan open source memungkinkan pengembangan perangkat lunak dengan biaya yang sangat bisa ditekan dibandingkan dengan model pengembangan komersial murni. Hal ini karena entitas komersial tidak bersedia menginvestasikan ke sistem ini, sedangkan di dunia open source ada banyak profesional IT yang secara sukarela menyediakan waktu satu dua jam untuk membantu pembangunan sistem ini. Juga kode yang dihasilkan juga tersedia secara bebas yang berarti perangkat lunak yang dihasilkan bisa dimodifikasi sesuai kebutuhan jika memang diinginkan. Hal ini menjadi cukup penting dikarenakan banyak permintaan seputar kustomisasi dan interoperabilitas dengan sistem yang sudah ada untuk penanganan bencana. Selain itu penggunaan pendekatan Open Source juga akan sangat menekan biaya produksi karena perangkat lunak yang dibutuhkan tidak membutuhkan spesifikasi tinggi. SAHANA adalah sistem manajemen bencana yang bersifat Open Source. Disamping itu, sistem ini mempunyai fitur yang cukup lengkap dan akan terus dikembangkan sehingga dapat memenuhi kebutuhan ketika terjadi bencana yang sesungguhnya.

BPBD Kabupaten Serang sendiri saat ini melakukan uji coba pemanfaatan aplikasi ini untuk dapat diimplementasikan dalam kegiatan penanggulangan bencana diwilayah Kabupaten Serang.

Tags:  Berita |489|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar