Image
By Administrator

Rp. 3 Miliar Jamin Kesehatan 5.304 Kader Posyandu

Jumat, 17 Februari 2017; |  Jam 09:16:02 WIB  |  0 comments

Pemerintah Kabupaten Serang (Pemkab) Serang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang meluncurkan kartu jaminan kesehatan nasional (JKN) – Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk para kader posyandu se-Kabupaten Serang. Launching kartu JKN – KIS inisiasiBupati Ratu Tatu Chasanah tersebut digelar di Aula Dinkes Kabupaten Serang, Jalan Ki Mas Jong Nomor 11 Serang tanggal 8 Februari 2017 lalu.

Peluncuran Kartu JKN-KIS dimaksudkan untuk menjamin kesehatan 5.304 kader posyandu. Sedikitnya ada Rp. 3 Miliar beban biaya yang harus ditanggung pemkab untuk membayar premi JKN kader kepada Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan setiap tahun. Acara dihadiri Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa, Kepala Dinkes Sri Nurhayati dan dari perwakilan BPJS Kesehatan.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang Sri Nurhayati menyatakan bahwa kader posyandu merupakan garda terdepan membantu Pemkab Serang menjadi pelaksana pelayanan kesehatan pertama dilapangan, patut diapresiasi. Selain setiap kader posyandu sudah diberikan reward oleh Pemkab. “ Secara bertahap kita terus meningkatkan perhatian terhadap peran kader. Sekarang kita beri jaminan kesehatan, melalui kartu BPJS JKN-KIS yang kita luncurkan, “ terang Sri.

Pemberian jaminan kesehatan, dijelaskan oleh Sri Nurhayati untuk memotivasi kader yang membantu Pemkab meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM). Dengan pemberian kartu BPJS, maka kebutuhan pelayanan kesehatan kader akan terjamin. “ Kita berupaya dan alhamdulillah terealisasi. Ini berkat komitmen besar dari Bupati dan Wakil Bupati Serang  untuk mensejahterakan kader posyandu.

Diungkapkan Sri, jumlah kader posyandu se-Kabupaten Serang mencapai angka diatas Rp.7.500 orang. Namun setelah diinvetarisasi, sebanyak 2.500 sudah memilik kartu JKN dari BPJS. “ Makanya sisa kader sebanyak 5.304 kader yang belum punya JKN, kita berikan kartu JKN-KIS. Kita daftarkan, MoU dengan BPJS dan menyiapkan anggaran preminya, “ ujarnya.

Ditegaskan Sri, pembayaran premi kartu BPJS terus berlanjut sebagai komitmen Bupati untuk terus memberikan motivasi kader. Selama ini kader bertugas merujuk dan mengantar pasien, serta memotivasi masyarakat menerapkan PHBS . “ Kader harus jadi contoh, Jangan sampai kader sendiri tidak dapat jaminan dan mengeluh ketika ingin mendapatkan pelayanan kesehatan, “ uajrnya.

Sri berharap, dengan memiliki kartu BPJS, kader  dapat bekerja lebih keras yang baik, mampu meningkatkan derajat kesehatan yang ujungnya berdampak pada peningkatan IPM, “ harapnya. 

Tags:  Berita |599|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar