Image
By Administrator

KABUPATEN SERANG SABET PENGHARGAAN DAERAH TERTIB UKUR

Rabu, 15 Maret 2017; |  Jam 15:39:11 WIB  |  10 comments

Kabupaten Serang telah ditetapkan sebagai Daerah Tertib Ukur (DTU) Tahun 2016 oleh Kementrian Perdagangan RI. Atas upaya melindungi konsumen agar mendapatkan hasil pengukuran yang benar dan jujur tersebut, Pemerintah Kabupaten Serang mendapatkan piagam penghargaan DTU dan Pasar Tertib Ukur. Penghargaan tersebut langsung diberikan oleh Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita kepada Bupati Serang Hj. Ratu Tatu Chasanah, SE, M.Ak pada hari Jumat 24 Februari 2017 di Kantor Bupati Badung, Bali.

Pada acara yang sama, juga diberikan penghargaan yang sama kepada Kabupaten Badung, Kabupaten Bantul, Kota Yogyakarta dan Kota Banjarmasin sebagai daerah tertib ukur dan menerima penghargaan dari Menteri Perdagangan bersama Kabupaten Serang.

Kelima daerah tersebut telah memenuhi syarat yang ditetapkan oleh Kementrian Perdagangan dalam melindungi konsumen terkait pengukuran dalam transaksi perdagangan. Penetapan DTU Tahun 2016 tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 1252/M-DAG/KEP/11/2016.

Kedatangan Bupati Serang ke Kabupaten Badung didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) H.Abdul Wahid, SH, M.Si, Kepala UPTD Metrologi Ir. Yusri Prihatin dan Kasi Perlindungan Konsumen Drs. Irwan Effendi.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Serang H. Abdul Wahid, SH, M.Si mengatakan, selain memberikan piagam penghargaan DTU kepada lima daerah tertib ukur, Mendag RI juga menyerahkan bantuan 5.000 unit timbangan untuk pedagang mikro dan 50 unit timbangan ukur ulang untuk pasar rakyat di lima kabupaten/kota penerima penghargaan Daerah Tertib Ukur Tahun 2016 tersebut.

“ Dengan penghargaan kepada Kabupaten Serang, diharapkan akan meningkatkan perlindungan konsumen di Kabupaten Serang. Semua pedagang dipasar-pasar yang ada di Kabupaten Serang akan dibina oleh UPTD Metrologi Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang untuk menggunakan alat ukur yang teh diberi tanda tera. Untuk menciptakan pasar tertib ukur, semua pedagang dipasar diwajibkan menggunakan alat ukur yang telah dicap tera, “ jelas Abdul Wahid.

Kepala UPTD Meteorologi Diskoperindag Yusri mengatakan bahwa tujuan diadakannya penilaian tertib ukur ini oleh Kementrian Perdagangan RI ini adalah :

  • Masyarakat konsumen memperoleh jaminan kebenaran kuanta atas barang yang di beli ;
  • Meningkatkan citra daerah Kabupaten / Kota sehingga akan meningkatkan daya saing daerah dalam menghadapi perdagangan global ;
  • Mendorong Pemerintah Daerah untuk mengelola Alat-alat ukur takar timbangan dan perlengkapannya (UTTP) di daerahnya dengan baik dan benar.
  • Meningkatnya partisipasi masyarakat dan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Tertib Ukur dan Perlindungan Konsumen ;
  • Meningkatnya kinerja kemetrologian secara Nasional ;

 

Adapun pasar ukur yang sudah menjadi percontohan adalah Pasar Ciomas dan Pasar Petir bahkan sejak tahun 2012, Kabupaten Serang sudah mempunyai pasar tertib ukur.

“ Kedua pasar itu kami ajukan untuk menjadi pasar tertib ukur dan bakal meningkat menjadi daerah tertib ukur. Dalam menetapkan kriteria pasar ukur, kami melakukan kerjasama dengan pihak luar seperti PLN, PDAM, Pertamina, Pegadaian dan Kantor Pos. Untuk itu di Kab. Serang ada 12 pasar yang mempunyai standar pengukuran yang tersebar di 29 Kecamatan

Tags:  Berita |111|

10 komentar pada artikel ini