Image
By Administrator

BUPATI SERANG MENGHADIRI SOSIALISASI BPJS IBU HAMIL

Kamis, 13 April 2017; |  Jam 08:23:58 WIB  |  0 comments

Bupati Serang Ratu Tatu Chasannah saat membuka acara pencanangan Program Persalinan Normal Ibu Sehat Anak Kuat (Prosalinsehat) di Aula Puskesmas Ciruas, tanggal 6 April 2017 lalu

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan acara Sosialisasi Optimalisasi Prosalin Sehat oleh BPJS. Program Promotif dan Prefentif BPJS Kesehatan ini adalah salah satu dukungan untuk Pemerintah Kabupaten Serang terkait Tingginya Angka kematian Ibu dan Bayi setelah melahirkan, itulah Ucap

Tatu sangat mengapresiasikan program yang dilakukan BPJS Kesehatan Devisi Regional XIII yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan serta seluruh Puskesmas di Kabupaten Serang.

Dalam sambutannya Tatu mengatakan, pola sehat sebenarnya dari diri kita sendiri, kalau hidup dan pola makan kita sehat, penyakitpun tidak akan mudah masuk.

Menurut Tatu, pihaknya masih berupaya terus untuk menekan dan memantau dengan ketat melalui Dinas Kesehatan. "semua yang menjadi penyebab angka kematian ibu dan anak,kita terus realisasikan dan sosialisasikan kepada masyarakat khususnya ibu hamil," ucapnya.

Tatu menjelaskan bahwa Pemkab Serang telah memiliki  program yang baru kita buat yaitu rumah tunggu. "Kalau rumah tunggu ini kan belum melahirkan, mereka yang di indikasikan masalah tinggal berapa hari sebelum melahirkan dan di bawah pantauan tim medis. Tapi setelah melahirkan juga ternyata ada permasalahan, misalnya kejang-kejang karna mereka hipertensi, nah ini mungkin kedepan untuk ibu yang melahirkan punya kecenderungan masalah juga kita kembalikan dulu ke rumah tunggu ini," jelasnya.

Pihaknya akan terus  kontrol untuk beberapa hari setelah mereka (ibu hamil) aman, baru di perbolehkan pulang. Inilah salah satu upaya Pemda untuk menekan kematian ibu dan ini salah satunya program yang dilakukan oleh BPJS Kesehatan dalam rangka pencegahan kematian ibu dan bayi yang baru lahir.

Seperti yang saat ini dilakukan, BPJS Kesehatan terus bersinergi bersama tim kelompok medis untuk mensosialisasikannya,

"Program ini sebenernya sudah berjalan sebelumnya seperti Kesehatan Ibu dan Anak," Kata Kepala Divisi Regional XIII, Benjamin Saut yang ditemui usah acara.

Benjamin menjelaskan, bahwa program ini adalah cara mengoptimalkan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi. Menurutnya, menintegrasikan 7 aktifitas dan bagaimana pemahaman terhadap ibu hamil, adalah cara yang harus terus disosialisasikan para spesialis seperti, Konsultasi Ibu hamil, reminder, senam ibu hamil, edukasi dan bahkan mentoring.

"Jadi kita menintegrasikannya dengan cara menggabungkan Program dari Dinas Kesehatan, dengan Program yang di miliki kami (JKN-KIS) yang kemudian dipadukannya dengan seluruh Ibu-ibu hamil," terangnya.

"Jadi kita satukan mereka menjadi satu kelompok yang terintegrasi dengan terus kita pantau kondisinya sampai dengan persalinannya nanti normal," jelas Benjamin.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Sri Nurhayati juga memaparkan, pada tahun ini tingkat kematian ibu memang mengalami penurunan, jika pada tahun 2016 total 59, jika di estimasi, angka kematian ibu cukup absolut, karena masih di bawah angka Nasional (356)kasus.

"Tapi kita tidak bisa bersantai, walaupun dengan tingkat kematian ibu di Kabupaten masih di bawah Nasional, tetap harus kita upayakan untuk penuruan kematiannya," ucapnya.

Menurutnya, faktor terjadinya Kematian ibu saat melahirkan adalah pendarahan, Infeksi, juga yang saat ini aktif berkontribusi adalah Penyakit yang tidak menular.

Sementara, tahun 2017 tingkat kematian ibu sudah mencapai 13 kasus, 5 diantaranya disebabkan Penyakit tidak menular.

Faktor terjadinya kematian tidak menular ini dari Hipertensi, Gagal Ginjal, juga Diabetes yang terbagi di beberapa wilayah Kecamatan Kabupaten Serang.

"Sekitar 12 Kecamatan yang memiliki Kasus Kematian Ibu," terangnya.

 

Tags:  Berita |464|

0 komentar pada artikel ini

    Isi Komentar