Image
By Administrator

Pemkab Serang Targetkan Serap Gabah Petani 42,167 Ton GKG

Rabu, 19 April 2017; |  Jam 16:15:50 WIB  |  3 comments

Pemkab Serang terus berupaya untuk membangun disektor pertanian. Dalam menjaga kedaulatan pangan, Pemkab Serang terus berupaya merealisasikan target kementrian pertanina dengan membantu serapan gabah petani (sergap) dengan target kuota 42.167 ton gabah kering giling (GKG) atau 26.776 ton setara beras dari kementrian.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi teknis Sergap Kodim 0602/Serang Tahun 2017 di Indoor Markas Kodim pada tanggal 13 Maret 2017 lalu. Hadir dalam acara tersebut Bupati Serang Hj. Ratu Tatu Chasanah, Komandan Kodim 0602/Serang, Letkol Inf. Oki Andriansyah Adi Wirya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang Dadang Hermawan, Kepala Dinas Pertanian Kota Serang dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Serang Budi Mulyono.

Selain itu hadir juga Kepala Sub Divisi Regional Bulog Serang, Kepala Bidang Ketahanan Pangan Kota Serang, Kepala Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Serang, Direktur Utama PT. AGRO Serang Berkah, Ketua Komunitas Penggilingan Padi dan Beras Mandiri Kabupaten Serang, Kepala UPT Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan se Kabupaten Serang dan Kota Serang, Komandan Koramil 0602/Serang,Koordinator Penyuluh se Kabupaten dan Kota Serang.

Bupati Serang Hj. Ratu Tatu Chasanah mengatakan bahwa dalam upaya menjaga kedaulatan pangan, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Kementrian Pertanian untuk dapat menyerap gabah panen petani minimal 4 juta ton setara beras dalam waktu enam bulan dari Maret hingga Agustus 2017. Menindaklanjuti perintah tersebut, Kementan RI, Perum Bulog didampingi TNI AD pun telah menargetkan serapan gabah petani sebesar 8,6 juta ton atau 5,46 ton setara beras hingga bulan Agustus 2017.

“ Target Kementan ini kemudian dirinci kepada seluruh pemerintah Kabupaten/Kota seluruh Indonesia untuk membantu penyerapan gabah petani oleh Sub Divisi Regional Bulog di wilayah masing-masing termasuk Kabupaten Serang mendapat kuota Sergap sebesar 42,167 ton GKG atau 26,776 ton setara beras sesuai komitmen yang telah ditandatangani antara Sub Divisi Regional Bulog Serang, Danramil 064/Maulana Yusuf dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Serang pada tanggal 23 Februari 2017 di Jakarta, “ katanya

Menurut Tatu, dalam upaya merealisasikan target serapan gabah, telah diterbitkan peraturan presiden Nomor 20 Tahun 2017 tentang penugasan kepada Perum Bulog dalam rangka Ketahanan Pangan Nasional dalam rangka ketahanan pangan nasional yang melimpahkan wewenang perum bulog khusus untuk Komoditas Gabah dan Beras kepada Kementrian Pertanian untuk jangka waktu 6 bulan.

Berdasarkan Peraturan Presiden ini, Menteri Pertanian juga telah menetapkan pedoman harga pembelian gabah dan beras diluar kualitas oleh pemerintah sesuai Peraturan Menteri Pertanian Nomor : 03 / Permentan / PP.200 / 3 / 2017. Oleh karena itu dengan terbitnya peraturan menteri pertanian ini, maka perum bulog harus membeli gabah petani dengan standart kadar air 26-30 persen, dari semula berdasarkan instruksi presiden nomor 5 Tahun 2015 maksimum 25 persen, dan kadar hampa 11-15 persen dari semula maksimum 10 persen dengan harga Rp.3.700 ditungkat penggilingan. Demikian pula dengan standart beras untuk pembelian pemerintah yang semula kadar butir patah maksimum 20 persen menjadi maksimum 25 persen dengan harga Rp. 7.150 digudang bulog.  

Dengan adanya dua instrumen hukum ini, menjadi pedoman bagi Perum Bulog Sub Divisi Regional Serang, Dinas Pertanian Kabupaten Serang beserta penyuluh ditingkat desa dan Kodim 0602/Serang beserta para Babinsa ditingkat desa untuk melaksanakan program Sergap mulai Maret hingga Agustus 2017. Adapun target panen sendiri yaitu seluas 83,306 hektar periode Maret s.d Agustus 2017 atau 80 persen dari Target GKG yang diperkirakan akan diperoleh 474,845 ton atau 301,479 ton setara beras. 

Prediksi produksi ini tentunya untuk memenuhi komitmen Sergap petani dapat terlaksana hingga Agustus 2017, terlebih lagi BUMD Kabupaten Serang PT. Agro Serang Berkah siap bekerjasama dengan petani untuk proses pengeringan sehingga kadar air gabah petani dapat tahan lama dalam penyimpanan dan memiliki nilai jual yang tinggi, jelas Tatu.

Selain itu, Tatu juga menjelaskan bahwa keberadaan komunitas penggilingan padi dan beras mandiri Kabupaten Serang sebagai organisasi yang menaungi penggilingan padi dan produksi beras ini diharapkan dapat mengkordinasikan anggotanya dalam penyerapan gabah petani.

“ Berdasarkan pedoman peraturan yang ada, saya instruksikan semua petugas pertanian tingkat desa dan kecamatan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Serang untuk melaksanakan sosialisasi Permentan tentang pedoman harga pembelian beras dan gabah kepada petani, memantau kegiatan panen dilapangan, melakukan koordinasi dengan babinsa koramil bila ada spekulan dan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dalam proses penyerapan gabah petani. Karena prinsipnya program Sergap ini untuk menjaga stabilitas harga sehingga petani tidak dirugikan dan menjamin ketersediaan stok pangan khususnya di wilayah Kabupaten Serang, “ ujarnya.   

Sementara Komandan Kodim 0602/Serang Letkol Inf. Oki Andriansyah Adiwirya mengatakan bahwa untuk mendukung program pemerintah dalam hal swasembada pangan, baik padi, jagung maupun kedelai, pihaknya terus melakukan pendampingan. Diantaranya mulai dari penyiapan irigasi atau pengairan dan pendampingan disaat tanam ataupun pasca panen. “ Kita turut mendampingi, ada kendala dilapangan apa yang bisa kita bantu maka kita bantu, saya sudah perintahkan ke jajaran saya, para Danramil dan Babinsa untuk membantu petani, “ ujarnya. ***               

Tags:  Berita |35|